ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Lakukan Sosialisasi ke Sinamanenek

Tapung Hulu, Rambaberita.com-Sebelum dilakukan penyerahan terhadap lahan seluas 2.800 hektare yang akan diserahkan kepada masyarakat Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu, pemerintah melakukan sosialisasi terhadap program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) Kepada masyarakat penerima. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi dan pendataan terhadap masyarakat penerima lahan yang berada di kawasan PTPN V tersebut.

“Sudah cukup jelas apa yang telah kita lakukan Terkait penyerahan 2800 ha lahan masyarakat, dimana telah diputuskan oleh pemerintah RI untuk diserahkan kepada masyarakat,” demikian disampaikan Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto menghadiri Acara Penyuluhan dan Sosialisasi terhadap program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Desa Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu sekaligus halal bihalal dengan masyarakat Kecamatan Tapung Hulu, Senin (24/06/19).

Dia menambahkan, keputusan besar telah dikeluarkan oleh Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Ini merupakan tanggung jawab pemerintah yang ingin memakmurkan masyarakat dan ini bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah untuk menyejahterakan rakyatnya.

Menurut Bupati, pihaknya akan menjalankan keputusan tersebut dengan sebaik-baiknya guna kemakmuran masyarakat. Program Tora ini merupakan salah satu dari program penyerahan tanah yang akan diserahkan kepada masyarakat Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu.

Hadir pada kesempatan tersebut Asisten II Setda Provinsi Riau, Kakanwil BPN Riau dan jajaran, Asisten I Setda Kampar Ahmad Yuzar, Kepala Kantor BPN Kampar dan jajaran, Alwi Dari PTPN V dan jajaran, Camat Tapung Sutani Rahmat, Kepala Desa Sinama Nenek Abdul Rahman Chan, Tokoh masyarakat Alwi Arifin, Ustazd Alaidin Koto, Ninik mamak tokoh masyarakat.

Catur menyebutkan, berkenaan program TORA ini harus memiliki objek yakni masyarakat penerima, lahan dan bidang tanah, siapa penerima maka selesailah terhadap apa yang menjadi tuntutan masyarakat yang telah berjalan bertahun-tahun.

“Kita berharap, karena ini untuk kemakmuran rakyat, mari kita sukseskan program ini. Terobosan Pemerintah ini dilanjutkan dengan kemitraan dengan perusahaan, sehingga akhirnya masyarakat makin sejahtera dapat dilindungi sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Bupati.

Oleh sebab itu ia meminta, jangan diributkan karena ini satu-satunya di Indonesia dan sebagai contoh, semoga ini memberikan berkah dan manfaat bagi semua pihak.

“Mari kita jaga bersama dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Jangan timbulkan ego, laksanakan dengan seadil-adilnya, karena ini bagian dari ibadah yang akan memberikan kebaikan di akhirat,” katanya.

Sementara itu kepala Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau Lukman Hakim menyampaikan secercah harapan bagi masyarakat telah terlihat. Tanah merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

“Sesuai dengan UUD tahun 1945 Tanah dipergunakan seluas-luasnya bagi kemakmuran masyarakat. Selain itu tanah merupakan faktor pertumbuhan ekonomi begitu juga sebagai dasar bagi masyarakat,” papar Lukman.

Reforma Agraria merupakan bentuk kehadiran negara di masyarakat, diatur kembali baik kepemilikan, ukuran maupun peruntukannya. “Saat ini kita telah mulai melakukan sosialisasi terhadap lahan 2.800 ha di Desa Sinamanenek, Kecamatan Tapung Hulu,” tambahnya lagi.

“Kita lakukan sosialisasi ini kepada masyarakat penerima, karena banyak hal yang perlu diketahui dan dilalui sebelum sertifikat diberikan, sehingga nantinya tidak terjadi salah sasaran maupun terhadap hal-hal yang tidak kita ingini,” ucapnya.

Ini berawal dari perselihan antara masyarakat dan PTPN V sejak tahun 1996 berliku dan panjang. Akhirnya diselesaikan pada Rapat Terbatas Presiden yang dihadiri langsung oleh Bupati Kampar dan PTPN V terhadap lahan 2800 hektare, yang memerintahkan lahan tersebut diserahkan ke masyarakat,” terang Lukman.

Sementara itu Gubernur Riau yang diwakili oleh Asisten II Setda Riau Indra dalam arahannya menyampaikan Reforma Agraria proses konsolidasi dan koordinasi dalam kepemilikan lahan.

Indra menguraikan, maka tahap awal adalah dengan sosialisasi kepada masyarakat, selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses pendataan dan verifikasi dan sampai penyerahan sertifikat tanah.

Sebelumnya, tokoh masyarakat Sinamanenek H Alwi Arifin dalam sambutannya menyampaikan, pihaknya sangat berbahagia. “Yang telah menerima aspirasi kami yang sudah lama diperjuangkan dengan dikembalikan lahan 2800 ha oleh PTPN V Kepada masyarakat,” terangnya.

Alwi mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia. “Ini nikmat dari Allah kepada kita. Mari kita syukuri dan semoga berkah. Begitu juga ucapan kepada pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Kampar yang telah memberikan jalan dan memperjuangkan sehingga telah sampai tahap sosialisasi ini,” tandasnya. diskominfo

sumber : Diskominfo Kampar

DomaiNesia
DomaiNesia

TERPOPULER

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: