ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terkait Kabut Asap, Projo Riau Ajak Masyarakat Lakukan Aksi Nyata

Pekanbaru, Rambaberita.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang memicu kabut asap di Riau tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomis tapi juga berdampak luas terhadap kesehatan manusia.

Reaksi atas peristiwa itu, jagat media sosial menjadi riuh dengan beragam komentar bernada nyinyir. Hal ini patut dimengerti mengingat bencana asap yang dipicu ulah manusia ini sudah berulangkali terjadi.

Menyikapi bencana asap di Riau.
Projo Riau meminta kepada semua lapisan masyarakat untuk dapat melakukan aksi nyata baik memadamkan api dan berdoa untuk turunnya hujan.

“Tidak usah kita saling menyalahkan dan mencari kambing hitam atau memfasilitasi bencana Asap ini. Yang kita harapkan pemprov dan pemkab memprioritaskan penyuluhan dan sosialisasi tanggap darurat asap di setiap daerah. Selain.itu, juga harus memiliki Protap baku yang jelas dan terkordinir,” ujar Ketua DPD Projo Riau, Ir Sonny Silaban.

Sonny juga meminta setiap Muspida, baik Kapolda, Danren maupun jajaran dibawahnya yang akan menjabat di daerah rawan Karhutla memprioritaskan pengalaman atau konsep penanganan Karhutla agar bencana ini tidak terjadi lagi.

“Deteksi dini api dan pencegahan dini sangat diperlukan. Oleh karena itu Projo Riau merekomendasikan Satgas Swadaya P3K (Penanggulangan Pertama Pemadaman Karhutla) ini harus disiapkan di setiap daerah yang berpotensi sering terjadi karhutla,” ujarnya, sembari menyebut kalau Projo Riau sudah membuat 5 rekomendasi penanggulangan Karhutla kepada pemerintah pusat dan daerah.

Pertama, pembuatan hujan buatan harus terus dilakukan sampai asap hilang. Kedua menindak para pelaku pembakaran lahan dan hutan. Ketiga, perusahaan asing yang kedapatan membakar lahannya agar diproses hukum dan diusir dari Riau.

Kempat, gubernur, bupati, camat, Muspida yang ada di wilayah karhutla harus memiliki program/protap penanggulangan karhutla sejak dini dan dapat diimplementasikan kepada masyarakat tempatan/lokal dimana sering terjadi karhutla. Kelima, setiap daerah yang sering terjadi karhutla harus dibentuk Satgas swadaya P3 Karhutla (pencegahan pertama pemadaman karhutla) agar masyarakat terlibat aktif dalam memadamkan api sejak dini.

“Projo Riau mengucapkan terimakasih kepada ‘Pejuang’ pemadam Karhutla, baik dari BNPB, TNI dan Polri yang sudah berusaha keras berjuang memadamkan api dan tinggal di dalam hutan yang terbakar. Kita berdoa semoga hujan segera turun dan masyarakat Riau dapat menghirup udara segar kembali,” pungkasnya.(*)

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: