ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Selamat Idul Fitri 1441 H

Sebulan penuh berpuasa di tengah merebaknya musibah covid-19 dengan ruang gerak terbatas dan ada yang kehilangan pekerjaan, kehilangan keluarga setelah itu akan dihadang krisis ekonomi belum diketahu berakhirnya. Tantangan sedemikian berat Idul Fitri tahun ini dengan perayaan seadanya. Hari kemenangan yang biasanya dirayakan bersama sanak saudara ditemani hidangan khas lebaran baik di kota maupun dikampung halaman.Ini menjadi kenangan tersendiri bagi saudara umat muslim.

Walapun tidak dapat berjabat tangan, berkumpul, bermaaf-maafan tidak mengurangi tali silaturahmi umat muslim demikian juga umat non-muslim di seluruh Nusantara. Kiranya dalam perayaan Idul Fitri ini seluruh umat mematuhi segala aturan pemerintah agar tidak terjadi penyebaran covid-19 periode kedua.

Momen memprihatinkan akibat dampak covid-19 yang berpotensi berlanjut setelah perayaan Idul Fitri 1441 ini, menyadarkan semua masyarakat Indonesia, dapat membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong tanpa memandang asal-usul, suku, agama, ras dan golongan. Kearifan lokal yang sudah lama tumbuh di setiap daerah mampu menyelesaikan masalah seberat apapun termasuk memerdekakan NKRI. Masyarakat Indonesia yang heterogen ini dapat dipelihara menjadi kekayaan yang tidak dimiliki oleh negara manapun di belahan Dunia ini. Masa kecil penulis tahun 80 an di asrama polisi (ABRI), sebutan tangsi atau anak kolong, perayaan Idul Fitri atau agama lainnya, ada tradisi piringan, saling tukar piring isi kue buatan sendiri dikuti saling kunjung antar keluarga beda suku dan agama. Sangat kental terasa eratnya kebersamaan sesama keluarga ABRI dan masyarakat sekitar tangsi dengan mengesampingkan ego, pangkat, keberadaan dan penonjolan pribadi masing-masing. Contoh kecil ini kiranya dapat dilahirkan kembali dan berkembang di NKRI ini.

Setelah Idul Fitri ini, kita masih dihadapkan krisis ekonomi hebat, masalah covid-19 dan juga potensi ancaman keamanan dari dalam negeri dan luar negeri sebagai dampak pertikaian negara- negara besar.

Persoalan besar yang mengancam keutuhan, kelangsungan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menyadarkan kita, bahwa tanpa kebersamaan tidak akan mampu keluar dari masalah ini. Hilangkan ego, saling tuding, saling menyalahkan dan saling tidak percaya. Status yang melekat, executif, yudicatif, legislatif, PNS, ASN, pengusaha, karyawan swasta, akademisi, ulama, tokoh masyarakat, tokoh adat, mahasiswa, pemuda/pemudi dan apapun sebutannya dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab yang melekat pada status tersebut untuk tujuan NKRI didirikan sebagaimana tertuang di pembukaan UUD 1945.

Perayaan Idul Fitri di tahun ini kiranya menjadi kemenangan awal kebangkitan menuju bangsa besar, kebangkitan nasionalisme, menang melawan nafsu menguasai, menghujat, memfitnah, korupsi, merekayasa, berkhianat, menyuap, pungli, menipu dan lainnya.

Atas nama, pendiri, pengurus, anggota, saya mengucapkan selamat merayakan Idul Fitri, Inal Aidin Walfaizin. Mohon maaf lahir dan bathin.

Penulis:

  1. Pendiri Perkumpulan Aliansi Peduli Indonesia Jaya.
  2. Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Rakyat Nusantara.
  3. Penasehat rambaberita.com.
  4. Penasehat dataprosa.com.

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: