ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dampak Paparan Covid19 Puskesmas Pasir Angin di Tutup

Bogor RambaBerita, Penularan virus covid 19 tidak pandang bulu, kali ini paparannya menerpa 4 oknum yang diduga perawat di Puskesmas Pasir Angin Kecamatan Cileungsi.

Sewaktu dihubungi melalui selularnya, Kabid P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr.Dedi Syarif, membenarkan penutupan Puskesmas Pasir Angin.

“Puskesmas Pasir Angin kami tutup dulu selama 14 hari untuk memutus mata rantai penyebaran covid19,” kata Dedi.

Lebih lanjut Dedi menambahkan bahwa penutupan puskesmas dilakukan berdasarkan beberapa pertimbangan.

“Memang betul, itu ditutup dan pelayanannya rehat, salah satu pertimbangannya, karena ODP mau tidak mau kita haruskan SOP lebih lanjut, dan untuk sementara pelayanan kita pindahkan ke Puskesmas Cileungsi,” lanjut dr. Dedi.

Adapun mereka yang diduga ODP menjalani isolasi di Rumah Isolasi Kemang milik pemerintah Kabupaten Bogor. Keempat orang masuk daftar ODP juga telah menjalani tes swab.

Sementara itu Kepala Desa Pasir Angin, Ismail Marjuki, kepada wartawan rambaberita.com diruang kerjanya juga menjelaskan bahwa penutupan puskesmas tersebut sudah sangat mendasar.

“Penutupan puskesmas tersebut bukan tanpa dasar sehingga untuk sementara hal tersebut dilakukan. Berawal dari pengecekan petugas medis yang ada di Puskesmas Pasir Angin, dimana hasil rapid tes pertama ada salah satu petugas, yang terindikasi positip covid 19. Berdasarkan arahan dari dinas kesehatan Kabupaten Bogor, puskesmas ditutup selama 14 hari dan sudah kita diskusikan dengan dr. Liska, apakah memang harus ditutup, atau bagaimana, karena pelayanan masyarakat masih dibutuhkan,” jelas Ismail

Ismail juga menambahkan semua harus di karantina dan dites swab dan untuk sementara ini pelayanan dipindahkan ke Puskesmas Cileungsi.

“Untuk sementara pelayanan dialihkan ke Puskesmas Cileungsi dan dampaknya jadi kendala bagi pelayanan di 3 desa. Kalau terkait kekwatiran jelas kami merasa kwatir dan was was karena Desa Pasir Angin berdekatan langsung dengan puskesmas,” jelas Ismail.

Ismail juga menyampaikan himbauan agar tidak ada rasa takut dan menyarankan agar warga mengikuti protokol kesehatan. Ismail juga berharap puskesmas bisa dibuka kembali dengan tenaga medis yang baru, yang sudah dites swab. *** jo

DomaiNesia
DomaiNesia

TERPOPULER

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: