ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menikahkan Putri Pejabat Eselon II Kementrian Keuangan Pendeta GPDI dipanggil Polda Riau

Pekanbaru-Rambaberita, Seorang Pendeta Gereja di Provinsi Riau, tepatnya di Kota Pekanbaru akhirnya diminta kehadirannya ke Markas Kepolisian Daerah Riau, senin 15 maret 2021.

Menurut Sumber yang enggan disebutkan namanya bahwa dipanggilnya Pendeta GPDI tersebut adalah karena telah menikahkan putri seorang Pejabat Eselon II di Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

“Mungkin ada keterangan yang ingin dimintai Polisi dari Ibu Pendeta tersebut. Tapi yang pasti, itu karena pernikahan putri salah seorang Pejabat Eselon II di Kementrian Keuangan, dan yang saya tau Pendeta itulah yang menikahkan”, kata narasumber yang enggan disebutkan namanya.

Awak media menyambangi kantor Pengacara DanTas & Rekan,  untuk mendapat informasi lebih detail terkait hal tersebut. Sebab berdasarkan informasi  kantor DanTas & Rekan telah ditunjuk putri Eselon II di Kementrian Keuangan tersebut menjadi domisili hukumnya.

Darwin Natalis Sinaga, Advokat yang mendapat Kuasa sebagai PH (penasehat hukum) kepada awak media membenarkan kabar tentang dipanggilnya Pendeta GPDI di Riau oleh satuan Ditreskrimum Polda Riau.

“Oooo benar, Pendeta GPDI tersebut telah dipanggil oleh satuan Ditreskrimum Polda Riau, dan Pendeta tersebut diminta hadir ke Polda Riau tanggal 15 Maret 2021” jawab Darwin.

Lebih lanjut Darwin Natalis Sinaga menyampaikan bahwa Proses yang sekarang didalami Polda Riau tersebut adalah terkait Pernikahan Kliennya.

“Saya turut prihatin atas apa yang dialami Pendeta tersebut, meskipun pada percakapan kami sebelumnya Ibu Pendeta mengaku kalau dirinya bersedia memberkati pernikahan Klien kami atas pertimbangan baik, sesuai ajaran keImanan Kristen. Mungkin ada sesuatu yang dianggap keluarga klien kami bertentangan dengan hukum”, pungkas Darwin.

Terkait hal tersebut Darwin Natalis Sinaga menyebutkan kalau pihaknya tidak terlalu heran dengan Panggilan Polda Riau, sebab menurutnya karena Pernikahan Kliennya Polda Sumatera Utara juga sudah pernah dilibatkan.

“Saya sebagai PH tidak terlalu heran, apalagi kami satu suku, terlebih ayah dari Klien saya kan seorang Pejabat di Kementrian Keuangan, Eseleon II pula, jadi Intelektualitasnya pasti mapan” kata Darwin sambil tertawa.

“Permasalahan ini juga pernah melibatkan Polda Sumatera Utara, atas dasar Laporan Informasi, dan kita beri apreisasi kepada dua Polda yaitu Polda Sumatera Utara dan Polda Riau, karena sikap tanggap dan respon yang diperlihatkan”, tambah Darwin.

Sewaktu ditanyai terkait tindakan yang akan ditempuh atas Panggilan Polisi terhadap Pendeta, Darwin Natalis Sinaga mengatakan kalau pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena dia bukan PH dari Pendeta.

“Saya kan bukan PH dari Pendeta, jadi tidak bisa berkomentar lebih, hanya kemaren dalam perbincangan seluler, sewaktu Pihak Pendeta meminta saran ya saya anjurin untuk melaporkan Pelapor atas pertimbangan pertimbangan tertentu, tapi pertimbangan tersebut rahasia”, tutup Darwin sambil tersenyum.***Saut

DomaiNesia
DomaiNesia

TERPOPULER

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: