ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bayi Berusia Tiga Hari Dipisahkan dari Ibunya, Kak Seto Angkat Bicara

RIAU-RAMBABERITA, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi yang akrab disapa Kak Seto angkat bicara perihal peristiwa bayi umur 3 hari yang dipisahkan dari Ibunya (Elisabet Oktavia) oleh L.Sirait dan Nur (sebutan -red), peristiwa tersebut terjadi di Rumahsakit Bhayangkara yang beralamat di Jalan Kartini, (Sabtu 16/10/2021).

Menurut Kak Seto, perbuatan yang dilakukan L Sirait dan Nur merupakan suatu tindakan pelanggaran hukum, dengan cara mengambil paksa bayi yang berumur 3 hari dari Ibu kandungnya. Sekalipun alasan telah membayar semua biaya rumah sakit dan biaya persalinan.

” Perbuatan tersebut adalah Pelanggaran Hukum dan Perdagangan Anak. tidak ada dasarnya mengambil bayi dan menutup akses dari Orangtua kandung sibayi. Apalagi, si bayi diambil baru berumur 3 hari,” tegas Kak Seto.

Dalam keterangannya Kak Seto juga akan berupaya melakukan upaya atas permasalahan tersebut agar hak anak untuk berinteraksi dengan orangtuanya dapat terwujud dan bahkan akan meminta campur tangan Polda Riau.

“Saya akan hubungi Ketua LPAI Riau ibu Esther untuk mempertemukan keluarga, untuk mediasi hal ini, agar orangtua sibayi dapat melihat buah hati mereka. Karena Hak Asuh anak itu adalah Orangtua kandungnya. Jika, tidak ada etikad baik, kami (LPAI) meminta kepada Polda Riau untuk mengambil tindakan agar Orangtua kandung sibayi dapat melihat buah hati mereka Kembali. Untuk mengasuh anak harus diketahui kedua orangtua kandung,” tambah Kak Seto.

Ditempat terpisah Darwin Natalis Sinaga, yang merupakan Kuasa Hukum James Silaban dan Elisabet Oktavia (Ayah dan Ibu Kandung) bayi yang dibawa oleh L. Sirait dan Nur menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh L.Sirait.

“Apa kepentingan L.Sirait ini menerbitkan surat permohonan menebus klien saya dari Rumahsakit Bhayangkara untuk diserahkan ke Jaksa ?. Padahal L.Sirait ini berdasarkan berkas perkara adalah Ayah Kandung dari Klien kita dan juga pihak yang menyebabkan bergulirnya permasalahan hukum yang akhirnya mendudukkan klien kita sebagai terdakwa, dia tidak boleh mencampuri masalah hukum. Coba rekan rekan Analisa dulu, berdasarkan surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum L.Sirait ini adalah pelapor yang menyebabkan klien kita sekarang jadi terdakwa, begitu juga dengan saudari Nurbetti, berdasarkan surat perpanjangan penahanan yang diterbitkan oleh Kejaksaan Tinggi Riau saudari Nurbetti ini adalah pelapor yang menyebabkan para klien saya ini jadi tersangka, apa mungkin Ayah dan Ibu si bayi percaya menyerahkan bayinya ? ,” jelas Darwin

Lebih lanjut Darwin menambahkan kalau dirinya telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Riau, meski menurutnya surat pengaduan yang disampaikan adalah pengaduan tertulis  yang ditujukan kepada Direktur Tindak Pidana Umum Polda Riau.

“Setelah mendapat Surat kuasa terkait penanganan permasalahan Bayi dari Klien kita, pada hari Jum’at, 22 Oktober 2021, saya langsung ke SPKT Polda Riau untuk membuat Laporan pengaduan, akan tetapi pihak SPKT Polda Riau tidak mau menerbitkan Surat Laporan Polisi atau Laporan Pengaduan dan menganjurkan agar  laporan tersebut dibuat tertulis, sehingga pada hari senin 25 Oktober 2021, surat tersebut kita sampaikan melalui SPKT Polda Riau dan ditujukan kepada Bapak Direktur Kriminal Umum Polda Riau, atas dugaan tindak pidana terkait perbuatan L.Sirait dan Nur,” tandas Darwin.

Darwin berharap agar Institusi Kepolisian Khususnya Polda Riau serius dalam menyikapi laporan yang sudah disampaikan, sebab hingga saat berita ini diterbitkan Kuasa hukum dari Orangtua bayi tersebut belum mengetahui kepastian dimana bayi tersebut berada.

“Kami sangat berharap pihak Polda Riau serius menangani permasalahan ini. Jika berdasarkan surat yang kami peroleh dari pihak Rumah sakit dan telah kami lampirkan dalam surat pengaduan tersebut, tindakan memisahkan bayi dari ibunya seolah inisiatip dari L.Sirait. Saya sudah berupaya menayakan terkait keberadaan bayi dari klien saya kepada L. Sirait pada tanggal 19 oktober 2021, akan tetapi L.Sirait belum memberitahukan dimana bayi dari Klien saya berada”. tutup Darwin. *** Wartaoke.net/beritariau.com/red

 

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: