ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Terdakwa Menangis Tengok Kelopak Mata Anaknya Merah , Elisabet : Tolong Pak Hakim Percepat Putusan Ini

Ramba Berita, Pekanbaru – Suasana haru terlihat dalam persidangan lanjutan kasus dugaan pemalsuan Surat Partupolon (pengantar surat nikah di gereja) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu sore (1/12/2021).

Persidangan yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Zulfadli, SH, MH, satu dari 3 (tiga) terdakwa Elisabet Oktavia sempat menangis ketika melihat video call (vc) anaknya yang kini diasuh ayahnya, Lisbon Sirait. Kelopak mata sang anak yang sudah terpisah dari Elisabet sejak masih berumur 3 hari ini memerah.

Melihat kondisi anaknya itu, Elisabet pun sontak berujar kepada hakim untuk tidak berlama lama lagi memutuskan perkara itu. Elisabet memohon secepatnya membacakan amar putusan untuk dirinya.

Mendengar permintaan itu, Hakim Ketua menyatakan akan memutuskan perkara itu pada Kamis pekan depan (9/12/2021).

”Kita coba putuskan pada tanggal 9 Desember 2021 ya,” katanya seraya menyebutkan perkara yang tanganinya juga padat.

Namun Elisabet kembali memohon dipercepat Senin (5/12/2021) depan. Tetapi Majelis Hakim tetap akan mengumumkan amar putusan pada Kamis pekan depan.

Seperti diketahui Elisabet dituntut Jaksa Penuntut Umum dengan hukuman 5 (lima) bulan dipotong masa tahanan. Hukuman itu sedikit lebih ringan dibanding 2 (dua) terdakwa lainnya, James Silaban (suami Elisabet) dan Vintor Harianja, yang keduanya diancam hukuman 7 (tujuh) bulan penjara.

Seperti diketahui, Elisabet bersama suaminya, James Silaban dituduh menggunakan surat palsu, berupa Surat Partupolon dari Gereja Pantekosta Di Indonesia Rumbai yang digunakan untuk mengurus akta nikah di gereja bersangkutan. Kedua pasangan suami istri (pasutri) ini ditahan sebagai dampak dari dugaan pemalsuan tanda tangan Lisbon Sirait yang dilakukan terdakwa Vintor Harianja.

Saat ditahan di Lapas Perempuan dalam keadaan hamil tua. Sekira satu bulan yang lalu, Elisabet pun melahirkan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini Pekanbaru.

Sedihnya, ketika anaknya baru berusia 3 (tiga) hari sudah terpisah dari orangtua kandungnya. Anak lelaki yang kemudian diberi nama Dantas Silaban ini diambil oleh kakek dan neneknya yang notabene orangtua Elisabet, yakni Lisbon Sirait-Nurbeti.***red/rls

Sumber : Mediumpos.com

The Review

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: