ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ormas Petir: Periksa Indra Pomi! Kita Siapkan Auditor dan Ahli Jadi Saksi Kasus Drainase Pekanbaru

Pekanbaru, Rambaberita  |Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Tri Karya (PETIR) menyiapkan Tenaga Auditor dan Ahli Konstruksi untuk membongkar penyimpangan Proyek Pembangunan Drainase Perkantoran Tenayan Raya Pekanbaru yang dilaporkan ke Kejaksaan. Mereka meminta Jaksa segera turun melihat fisik pekerjaan tersebut.

“Demi penegakan hukum dan penyelamatan uang negara kita siap hadirkan Auditor dan Ahli Konstruksi jadi Saksi atas laporan kita terkait Penyimpangan di Proyek Drainase tersebut,” kata Sekjen Ormas PETIR Nardo Pasaribu SH, Kamis (17/02/22) sore kepada Beritariau.com.

Oleh sebab itu, kata Nardo, pihaknya meminta Kejaksaan segera turun ke lokasi proyek guna melihat fisik pekerjaan. Ia juga meminta Jaksa segera mengirimkan surat ke Kadis PUPR Pekanbaru Indra Pomi yang sekaligus Pengguna Anggaran dalam kegiatan tersebut.

“Kita minta Jaksa segera turun dan menyurati Kadis PUPR yang juga sekaligus Pengguna Anggaran untuk tidak melakukan aktivitas Pemeliharaan terhadap objek laporan kami tersebut. Indikasi Pengurangan Volume cukup jelas terlihat dalam proyek ini, jangan jadikan pemeliharan sebagai upaya menutupi kasus ini. Pemeliharan itu jelas kriterianya. Tapi bukan karena Pengurangan Volume,” tegas Nardo.

Sebelumnya, Selasa (15/02/22) kemarin, Ormas PETIR secara resmi melaporkan dugaan Penyimpangan Proyek Pembangunan Drainase Perkantoran Tenayan Raya Pekanbaru.

Nardo menguraikan hasil investigasi Ormas PETIR di lapangan hingga terjadinya potensi kerugian negara terhadap proyek Pembangunan drainase tersebut.

Dalam laporannya terhadap proyek senilai Rp5.960.717.988 itu, Nardo merincikan bahwa praktek kecurangan pekerjaan itu terlihat jelas, terstruktur dan masif.

“Dalam Rencana Anggaran Biaya, beberapa item ternyata tidak terlaksana di lapangan. Seperti, pracetak U Ditch Dimensi 120×120 beton K-300 sekitar 389 unit belum terpasang. Kemudian, pekerjaan Box Culvert pra cetak yang terpasang hanya 18 unit di lokasi, yang tidak terpasang sekitar 40 unit. Lalu, untuk bak kontrol tidak ada terlihat di lokasi. Ini jelas banyak kecurangan, sangat masif permainannya,” ujar Nardo, ditemui Beritariau.com saat menyerahkan laporan di Kejari Pekanbaru Selasa kemarin.

Nardo juga menambahkan, kondisi yang terjadi di lapangan ini menyebabkan potensi kerugian negara yang cukup besar.

“Sungguh miris uang negara dibuat begini! Perhitungan internal kami, potensi kerugian negara sekitar 1 Miliar lebih. Indra Pomi sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru sekaligus Pengguna Anggaran (PA) dalam proyek ini, harus bertanggungjawab!,” kata Nardo.

Sebelumnya, kata Nardo, pihaknya sudah meminta klarifikasi tertulis tanggal 10 Februari 2022 lalu,terkait Pembangunan Drainase Perkantoran Tenayan Raya Kota Pekanbaru itu. Paket tersebut dimenangkan dan dikerjakan oleh CV T4 Batenggang dengan tahun anggaran 2021 yang menyisihkan 40 rekanan yang ikut lelang, namun Dinas PUPR kota pekanbaru yang dipimpin oleh Calon Kadis PUPR Provinsi Riau bernama Indra Pomi itu enggan memberikan jawaban. (VH)

***red/BeritaRiau.com

DomaiNesia
DomaiNesia

TERPOPULER

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: