ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

2 Pegawai Pegadaian Syariah di Bangkalan Korupsi-Palsukan Emas Nasabah

Pekanbaru, Rambaberita  |  Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangkalan menahan 2 pegawai Pegadaian Syariah Cabang Blega, Madura. Mereka ditahan karena terbukti melakukan korupsi di tempat kerjanya.
Kedua pelaku itu adalah DL (52) menjabat sebagai kepala unit dan S (35) kepala agunan di unit Pegadaian Syariah, Kwanyar, Bangkalan.

“Dua orang pelaku tersebut merupakan kepala unit atau pengelola unit dan satu lagi pengelola agunan,” terang Kasi Intel Kejari Bangkalan, Dedi Frangky, Jumat (11/3/2022).

Dedi menuturkan kasus korupsi itu terungkap setelah PT Pegadaian Syariah melakukan pemeriksaan keuangan internal. Dari situ perusahaan menemukan transaksi fiktif yang terjadi tahun 2019 hingga akhir 2021.

“Setelah menemukan adanya transaksi fiktif itu, pihak PT Pegadaian melaporkan ke kami. Awalnya keduanya kami jadikan saksi namun karena terdapat beberapa bukti akhirnya ditetapkan sebagai tersangka,” tutur Dedi.

Menurut Dedi, dari hasil pemeriksaan lanjutan kedua tersangka ternyata telah melakukan transaksi fiktif ratusan kali. Adapun total kerugiannya mencapai Rp 600 juta.

“Dari ratusan transaksi itu, terdapat kerugian negara sebesar Rp 600 juta,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan dalam setiap transaksi fiktif, kedua pelaku diketahui selalu menggunakan modus emas palsu. Caranya, yakni mereka menukar emas asli milik nasabah yang ada di dalam brankas pegadaian.

Emas-emas tersebut kemudian diambil dan diputar untuk digadaikan ulang menggunakan KTP milik orang lain. Aksi ini kemudian mendapat persetujuan dari tersangka lainnya yang menjabat sebagai kepala unit.

Menurut Dedi, tersangka yang menjabat pengelola anggunan memang mempunyai akses untuk membuka brankas. Sehingga bisa dengan mudah menukar emas asli milik nasabah yang belum ditebus dengan yang palsu.

“Jadi pengelola agunan itu bisa mengakses brankas. Sehingga ia mengambil emas asli milik nasabah yang belum ditebus dan menukarnya dengan emas palsu di dalam brangkas,” ungkap Dedi.

“Ia kemudian membawa emas asli itu dan digadaikan kembali menggunakan KTP orang lain dan disetujui oleh pengelola unit. Kejadian itu berulang hingga ratusan transaksi,” imbuhnya.

Dedi menyebut saat ini pihaknya tengah mendalami kasus tersebut. Sebab tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan pegawai lain dalam kasus korupsi ini.

Saat ini kedua pelaku korupsi di Pegadaian Syariah tersebut telah ditahan. Keduanya dijerat Pasal 2 dan 3 UU Tipikor dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun pidana penjara. .(VH)

***red/Detik.com

DomaiNesia
DomaiNesia

TERPOPULER

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: