Pekanbaru-Rambaberita – Komisi II DPRD Kota Pekanbaru menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Pekanbaru, Kamis (7/5/2026).

Rapat  dipimpin langsung Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin, didampingi Wakil Ketua Yasser Hamidy dan Sekretaris Komisi Rizki Rinaldi. Turut hadir anggota Komisi II lainnya yakni Rizky Bagus Oka, dr Meiza Ningsih, Davit Marihot Silaban, Mona Sri Wahyuni, Fikry Raihan, Fathullah, dan Jepta Sitohang.

Rapat dihadiri oleh Yulianis beserta jajaran mewakili pemerintah kota dari Disperindag  serta perwakilan dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Rapat bertujuan untuk untuk mengetahui secara langsung penyebab antrean panjang BBM yang sempat membuat masyarakat resah sejak April lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin mengatakan “Substansi pertama kita memanggil mereka karena adanya peristiwa kelangkaan BBM mulai tanggal 18 April lalu. Hampir seluruh SPBU mengalami antrean panjang bahkan sampai berjam-jam. Jadi kita ingin mengetahui apa sebenarnya persoalan yang terjadi,” kata Zainal.

Dari hasil rapat terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya antrean panjang di SPBU, salah satunya adanya isu kenaikan harga BBM yang memicu masyarakat melakukan panic buying.

“Adanya isu kenaikan harga minyak membuat masyarakat berbondong-bondong mengisi BBM kendaraan mereka sehingga terjadi antrean. Selain itu juga terjadi peralihan penggunaan BBM dari non subsidi ke subsidi, seperti masyarakat yang sebelumnya menggunakan Pertamax Turbo kemudian beralih ke Pertalite,” ujarnya.

Tak hanya itu, Zainal menyebut adanya kekurangan stok BBM ditambah meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur panjang juga menjadi faktor pemicu melonjaknya konsumsi BBM di Pekanbaru. “Ketika libur panjang kemarin banyak masyarakat dari daerah lain datang ke Pekanbaru. Otomatis konsumsi BBM meningkat dan itu yang menyebabkan antrean semakin panjang,” jelasnya.

Komisi II DPRD Kota Pekanbaru pun meminta Pertamina untuk melakukan kajian dan langkah antisipasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari. Menurut Zainal, Pertamina telah menyampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan, di antaranya menambah kuota distribusi BBM harian hingga 20 persen dan memperpanjang jam operasional SPBU.

“Tadi disampaikan bahwa ada penambahan kuota harian sekitar 20 persen. Kemudian jam operasional SPBU juga diperpanjang, yang biasanya hanya sampai jam 8 malam kini sampai jam 10 malam, ditambah dua jam,” terangnya.

Selain itu, Komisi II DPRD juga menyoroti potensi kekurangan kuota BBM menjelang akhir tahun yang kerap terjadi setiap tahun. Zainal menyebut bahwa pihaknya juga meminta pemerintah daerah segera mengusulkan penambahan kuota BBM ke pemerintah pusat.

“Biasanya menjelang Desember kuota BBM mulai habis. Karena itu perlu ada langkah dari kepala daerah, baik Wali Kota maupun Gubernur, untuk mengajukan penambahan kuota ke pusat agar kelangkaan BBM di akhir tahun bisa diantisipasi,” tegasnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Pertamina, Hary Prasetyo, menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap distribusi BBM agar penyaluran di Pekanbaru dan Riau dapat berjalan lebih lancar.

“Ada beberapa poin yang kami bahas, salah satunya terkait peningkatan kekuatan distribusi yang akan kami evaluasi ke depan supaya pendistribusian BBM, khususnya di Kota Pekanbaru dan Riau, bisa berjalan lancar,” ujarnya. Ia juga mengatakan, untuk persoalan kuota BBM ke depan diperlukan kolaborasi dengan pemerintah daerah karena pengajuan penambahan kuota merupakan kewenangan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat. Hary juga mengungkapkan bahwa antrean panjang yang sempat terjadi dipicu oleh beredarnya informasi hoaks mengenai kenaikan harga BBM subsidi.

“Penyebab utamanya karena adanya hoaks terkait kenaikan harga BBM pada 30 April lalu. Masyarakat mengira BBM subsidi juga akan naik sehingga terjadi panic buying. Banyak masyarakat yang sebenarnya tangki kendaraannya masih penuh tetapi tetap ikut antre karena khawatir,” jelasnya. Ia memastikan, Pertamina akan terus berupaya menjaga stabilitas distribusi dan ketersediaan BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan antrean panjang tidak kembali terjadi. (Galery Foto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *