oleh

LSM APIJ Sampaikan Surat Keberatan ke Kabareskrim dan Direktur Dittipidum Mabes Polri

Jakarta, Rambaberita.com Ditemui di Kantornya di wilayah kelurahan Utan Kayu Jakarta Timur, Ketua Umum Aliansi Perduli Indonesia Jaya (APIJ) Darwin Natalis Sinaga, SH., kepada Rambaberita.com mengaku kecewa dengan alasan lisan yang disampaikan oleh penyidik direktorat tindak pidana umum (Dittipidum) atas laporan yang telah dilayangkan. Menurutnya sangat tidak berdasar apabila Penyidik sekelas Mabes Polri berdalil sesederhana itu untuk menyikapi laporan APIJ.

“Sebagai Ketua Umum di LSM ini Saya merasa sangat kecewa dengan alasan lisan yang disampaikan oleh Penyidik Dittipidum, bagaimana mungkin dalilnya sesederhana itu, menurut saya dalil tersebut sangat klise “ tandas Darwin Natalis Sinaga, S.H.

Adapun Surat Keberatan LSM APIJ tersebut menurut Darwin Natalis Sinaga terkait 3 (tiga) surat yang telah disampaikan ke Mabes Polri yaitu surat Nomor : 092/APIJ-BPP/LP/III/2021, tanggal 16 maret 2021, 093/APIJ-BPP/LP/III/2021, tanggal 17 maret 2021, 094/APIJ-BPP/LP/III/2021, tanggal 16 maret 2021

Ketiga surat LSM APIJ tersebut terkait Sponsor yang tega memberangkatkan wanita-wanita Indonesia menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara yang secara legal telah dilarang.

“LSM APIJ kalau bersurat bukan asal jeplak (asal ngomong-red) dan bukan asal berdalil, semua ada dasarnya dan semua juga berdasarkan fakta. Sebenarnya berdasarkan surat itu, kita berharap pihak Kepolisian segera bertindak, entah itu dengan pendalaman, penyelidikan dan syukur-syukur bisa berlanjut ke tingkat Penyidikan. sponsor-sponsor PMI nakal dan atau penyalur pekerja migran yang diduga nakal layak diperiksa, soal terbukti dan atau meyakinkan apakah perbuatan mereka merupakan perbuatan Pidana itu urusan Polisi”. ungkap Darwin Natalis

Darwin Natalis Sinaga, SH., yang juga berprofesi sebagai Advokat tersebut kepada awak media menyebutkan kalau kekecewaannya pada Penyidik Dittipidum Mabes Polri karena dalih penyidik yang mengatakan Pekerja Migaran harus di Indonesia terlebih dahulu agar pemeriksaan bisa dilakukan.

“Hemat saya alasan Penyidik Dittipidum yang mengatakan kalau PMI harus pulang ke Indonesia terlebih dahulu sangat mengada-ada, bagaimana mungkin penyidik mau masuk ke substansi permaslahan sementara Verifikasi laporan saja belum dilakukan, kan aneh itu” jelas Darwin.

Lebi lanjut Darwin Natalis Sinaga, SH., menyebutkan dasar keberatan yang disampaikan ke KABARESKRIM maupun Direktur DITTIPIDUM adalah PERKAP No. 6 tahun 2019.

“Peraturan Kapolri Nomor 6 tahun 2019 pada pasal 3 ayat 1, dengan jelas menyebutkan –setelah laporan polisi dibuat, Penyidik/Penyidik Pembantu yang bertugas di SPKT/SPK pada tingkat Polda/Polres/Polsek atau pejabat penerima laporan yang bertugas di satker pengemban fungsi penyidikan pada Tingkat Mabes Polri, segera melakukan pemeriksaan terhadap Pelapor dalam bentuk berita acara wawancara saksi pelapor. Jadi bagaimana mungkin saya percaya tahapan lain dilakukan sementara tahapan awalnya saja belum dilakukan” ungkap Darwin.

Darwin juga meminta kepada Awak media dan pada umumnya untuk lebih kritis dan mempertanyakan hal tersebut ke pihak Mabes Polri.

“Media merupakan sarana edukasi, yang mampu memberikan pencerahan fakta suatu peristiwa melalui pemberitaannya, coba pertanyakan ke Pihak Dittipidum Mabes Polri apakah yang saya katakan ini benar ?, dan kalau tidak benar apa dasar argumentasi ataupun alasan dari Dittipidum terkait hal ini”. tutup darwin.

Sampai berita ini di muat rambaberita.com belum meminta keterangan resmi dari Pihak Mabes Polri, dan kemudian akan meminta keterangan dari Pihak Mabes Polri dalam news berikutnya.

***J.S

 33 total views,  1 views today

News Feed