ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

SPKN Laksanakan Aksi Damai Di Tiga Instansi, Minta Hentikan Kasus Venantius Mangiring Gultom

Pekanbaru, Rambaberita.com – Proses Penegakan hukum di Polda Riau khususnya di Polsek Pinggir Bengkalis diduga masih belum jelas, diketahui Venantius Mangiring Gultom dalam perkara pencurian dalam keluarga yang ditangani Polsek Pinggir dinilai cacat hukum.

KEND ZAI salah satu orator aksi dari Solidaritas Peduli Keadilan Nasional (DPP-SPKN) pada saat menggelar aksi damai di Depan Mapolda Riau, Rabu (10/5/23). Ratusan massa aksi yang menamakan dirinya SPKN itu mendesak Kapolda Riau untuk menghentikan dan melepaskan Mangiring Gultom dalam perkara Pencurian dalam keluarga yang ditangani Polsek Pingggir Bengkalis.

Kita hadir disini untuk mendesak Kapolda Riau agar memberikan kepastian hukum seadil adilnya terhadap Mangiring Gultom yang ditangani Polsek Pinggir Bengkalis, sebutnya.

Diketahui kasus yang menimpa Mangiring Gultom telah gelar perkara beberapa waktu lalu dengan hasilnya, Polda Riau menyarankan pihak Polsek Pinggir untuk menghentikan kasus tersebut dan menerbitkan SP3 dengan beberapa alasan.

Hasil gelar perkara berapa waktu lalu, jelas bahwa Kapolda Riau menyarankan ke Polsek Pinggir agar menerbitkan SP3. Namun sangat kita sayangkan, arahan dari orang nomor satu di Polda Riau itu tidak di indahkan oleh sekelas Kapolsek. Terbukti, kasus tersebut terus berlanjut. Ini bukti ketidak adilan yang di tunjukkan Kapolsek Pinggir Terhadap Masyarakat, “ujarnya.

Sementara itu, Romi Frans menjelaskan, kasus yang menimpa Venantius Mangiring M Gultom berawal terjadinya masalah harta peninggalan orang tua yang berujung terjadinya permasalahan dalam keluarga mereka (kakak beradik-red) dan Venantius Mangiring Gultom dilaporkan ke Polsek Pinggir oleh keluarga nya sendiri atas harta peninggalan orang tuanya berupa kebun sawit di lahan reformasi Desa Buluh Apao seluas 52 ha.

Romi Frans menyebutkan bahwa perkara yang ditangani Polsek Pinggir tersebut telah sampai ke Polda Riau atas permohonan Venantius Mangiring Gultom dan telah gelar perkara dengan hasilnya, Polda Riau menyarankan pihak Polsek Pinggir untuk menghentikan kasus tersebut dan menerbitkan SP3 dengan beberapa alasan.

Namun Kapolsek Pinggir seolah mengabaikan dan tutup mata atas saran pimpinannya dan melanjutkan perkara tersebut, Maka atas peristiwa hukum yang dialami Venantius Mangiring Gultom ini yang kami nilai cacat hukum, maka hari ini kami datang di Mapolda Riau untuk gelar aksi damai dan meminta keadilan.

“Kami mendesak bapak Kapolda Riau agar memerintahkan Kapolsek Pinggir menghentikan kasus yang menimpa Venantius Mangiring Gultom, “tegas Sekjen SPKN Itu.

Setelah berorasi secara bergantian, Pihak Polda Riau diwakili Kasubdit 3 (Asep) menemui masa. Dihadapan massa, Asep Menjelaskan bahwa perkara Venantius Mangiring Gultom sedang tahap I dan akan segera tahap II   “berkas ini pihak kejaksaan sudah tahu, terkait dengan Legal standing pelaporan melaporkan Venantius Mangiring Gultom tidak dapat dijelaskan, dan mengenai hasil gelar perkara yang dilakukan di Polda Riau Pada tanggal 16 Maret 2023 lalu tidak menyatakan harus menerbitkan SP3 Lidik, “terang asep.

Namun, Mengenai alat bukti berupa kesepakatan tahun 2018 dan 2019 yang dijadikan alat bukti oleh Penyidik Polsek pinggir tidak dapat dijelaskan namun malah menganjurkan menguji di Pengadilan karena itu merupakan ranah perdata.

Dan segala keberatan dari pihak keluarga dan PH terlapor pihak Polda malah menyatakan agar itu dilakukan upaya hukum seperti Praperadilan yang sudah diatur dalam undang-undang.

Usai mendegar penjelasan perwakilan dari Polda Riau, Massa aksi SPKN pun bertolak melanjutkan berorasi di Depan Kajati Riau.

Tak butuh waktu lama, Perwakilan dari Kejati Riau yang diwakili Kaspenkum, Bambang, menemui massa yang sedang berorasi di Pintu gerbang Kejati Riau.

Dihadapan massa demo,  Bambang menyampaikan bahwa aspirasi dan tuntutan yang disampaikan oleh SPKN Akan disampaikan kepimpinan dan ditindak lanjuti.

“Aspirasi dan tuntutan yang disampaikan kawan kawan dari SPKN akan kami sampaikan nantinya kepimpinan dan akan di tindak lanjutkan, “terang Bambang.

Selesai di depan Kejaksaan, Masa aksi melanjutkan di  Polsek Pinggir.

Kapolsek Pinggir Kompol Ade Zaldi, Sik kepada wartawan diruangan Polsek Pinggir menyebutkan bahwa kasus tersebut memang antara keluarga, dan jika dilanjutkan kami dari pihak kepolisian harus melakukan sesuai Undang undang. Akan tetapi jika para pihak melakukan perdamaian kami siap karena mereka kan kakak beradik, intinya apapun keinginan pelapor sesuai hukum pidana Polsek Pinggir siap, akan tetapi jika kedua belah pihak yang diketahui kakak beradik kita siap juga, Tegas Kapolsek. ** Edo.

 

 

DomaiNesia
DomaiNesia

Terbaru

ADVERTISEMENT

Fatal error: Uncaught TypeError: implode(): Argument #2 ($array) must be of type ?array, string given in /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php:518 Stack trace: #0 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(518): implode() #1 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php(311): MatthiasMullie\Minify\CSS->shortenHex() #2 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/Minify.php(111): MatthiasMullie\Minify\CSS->execute() #3 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/optimization/CSS/class-minify.php(174): MatthiasMullie\Minify\Minify->minify() #4 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/optimization/CSS/class-minify.php(128): WP_Rocket\Optimization\CSS\Minify->minify() #5 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/optimization/CSS/class-minify.php(66): WP_Rocket\Optimization\CSS\Minify->replace_url() #6 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-abstract-minify-subscriber.php(85): WP_Rocket\Optimization\CSS\Minify->optimize() #7 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/classes/subscriber/Optimization/class-minify-css-subscriber.php(44): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_Subscriber->optimize() #8 /home/u4912752/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): WP_Rocket\Subscriber\Optimization\Minify_CSS_Subscriber->process() #9 /home/u4912752/public_html/wp-includes/plugin.php(205): WP_Hook->apply_filters() #10 /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/inc/front/process.php(417): apply_filters() #11 [internal function]: do_rocket_callback() #12 /home/u4912752/public_html/wp-includes/functions.php(5420): ob_end_flush() #13 /home/u4912752/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(324): wp_ob_end_flush_all() #14 /home/u4912752/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php(348): WP_Hook->apply_filters() #15 /home/u4912752/public_html/wp-includes/plugin.php(517): WP_Hook->do_action() #16 /home/u4912752/public_html/wp-includes/load.php(1270): do_action() #17 [internal function]: shutdown_action_hook() #18 {main} thrown in /home/u4912752/public_html/wp-content/plugins/wp-rocket/vendor/matthiasmullie/minify/src/CSS.php on line 518