ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pejabat Kemenkeu RI Diperiksa Polda Riau Atas Dugaan Penculikan Anak

Ramba Berita, Riau – Berdasarkan Laporan Pengaduan (LP) dari kuasa hukum James Silaban dan Elisabeth Oktavia terkait dugaan penculikan anak kandung mereka yang baru berumur 3 hari dari RS. Bhayangkara pada tanggal 16 Oktober 2021 telah naik statusnya menjadi Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian Laporan Pengaduan (PPHPLP) oleh Ditreskrimum Polda Riau.

Surat Pengaduan tersebut, dibuat Darwin Natalis Sinaga, SH selaku kuasa hukum James Silaban dan Elisabeth Oktavia pada tanggal 02 November 2021 dengan Laporan Informasi Nomor : LI/153/XI/RES.1.24./2021 Ditreskrimum.

Dalam wawancaranya Darwin Natalis Sinaga, SH menjelaskan bahwa laporannya ke Polda Riau terkait anak kandung dari kliennya yang baru berumur 3 hari diculik oleh oknum pejabat Kementrian Keuangan Lisbon Sirait dan Istrinya Nurbetti tak lain tak bukan adalah orang tua kandung dari Elisabeth, yang sekarang ditahan di Lapas Perempuan Kelas II A kota Pekanbaru akibat aporan dari Orangtuanya tersebut.

”Saya melaporkan Lisbon Sirait dan Nurbetti, karena menculik anak kandung klien saya (Elisabeth) tanpa sepengetahuan dan persetujuannya,”. Sampaikan Darwin kepada wartawan Selasa malam, (24/11).

Lanjut Darwin, inikan (Lisbon Sirait) telah  melaporkan James Silaban dan Elisabet serta Vintor Harianja selaku wali nikah Elisabeth terkait pemalsuan tandatangan surat pernikahan di GPDI Samuel Rumbai kota Pekanbaru.

“Makanya, sekarang mereka bertiga ditahan di sel tahanan dan menjalankan persidangan. Apa maksud dan maunya mereka (Lisbon dan Nurbetti), sudahlah melaporkan klien saya, ditambah pula menculik anak kandung klien saya.” tanya Darwin Heran

Untuk itu, saya mengapresiasi Ditreskrimum Polda Riau yang sangat cepat memproses laporan saya dan telah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor.

” Saya apresiasi Ditreskrimum Polda Riau, tanpa pandang bulu memeriksa dan demi hukum harus ditegakkan. Jika nanti hasil pemeriksaan Lisbon Sirait melakukan pelanggaran hukum harus diproses sesuai undang – undang yang berlaku di KUHP,”. Singkatnya.

Dilansir dari Wartaoke.net, terkait kasus penculikan anak bayi yang baru berumur 3 hari tanpa persetujuan dari ibunya mendapat perhatian khusus dari kak Seto yang merupakan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Dimana saat itu, Kak Seto pernah menyampaikan, bahwa siapapun tidak boleh dan tidak berhak memisahkan anak dari ibu kandungnya.

” Hak anak adalah dirawat oleh orangtua kandung. Tidak boleh siapapun memisahkan anak dari ibunya, apalagi tanpa persetujuan ibunya. Karena, seorang anak, apalagi masih umur 3 hari harus mendapatkan kasih sayang dan ASI (Air Susu Ibu) secara murni dan langsung dari ibunya,”. Sampaikan Kak Seto ketika dihubungi awak media beberapa waktu yang lalu.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Riau, Eshter Yuliani atau biasa disapa Bunda Esther pernah mengatakan, bahwa dirinya bersama Kak Seto pernah kerumah Kakek Nenek sibayi yang tinggal di Jakarta, akan tetapi dari Lantai dua rumah tersebut mengakui bahwa rumah itu bukan rumah Lisbon Sirait. Sementara, dari pengakuan para tetangga mengatakan bahwa rumah tersebut benar rumah Lisbon Sirait yang merupakan Pejabat Dirjen Kemenkeu RI.

” Saya dan kak Seto pernah kerumah kakak nenek nya di Jakarta untuk melihat kondisi sibayi. Akan tetapi, dari lantai dua rumah mengatakan bukan rumah beliau. Dan pengakuan tetangga itu rumah beliau dan kita sudah mengirimi surat untuk mediasi mengembalikan anak tersbut kepada ibu kandungnya. Agar ibu kandung dapat memberikan kasih sayang dan ASI kepada anaknya,”. Sampaikan Ketua LPA Riau beberapa waktu yang lalu.

Apapun masalah dan proses hukum yang dijalani oleh kedua orangtua kandung sibayi. Tidak dibenarkan dan diperbolehkan mengambil bayi sembarangan apalagi baru berumur 3 hari dan tanpa persetujuan dari Orangtua kandung sibayi. Sambungnya.

Untuk itu, LPAI dan LPA Riau akan terus mengawal kasus ini, agar seperti tujuan dan harapan kita bersama, sibayi dapat bertemu dengan ibunya. Begitu juga si ibu dapat bertemu danemberikan kasih sayang kepada bayinya.

”LPAI dan LPA Riau akan kawal kasus ini. Karena, tujuan kami hanya satu bagaimana bayi dan ibu kandungnya dapat bertemu kembali,”. Pungkasnya. ***red/tim

Sumber : Wartaoke.net

DomaiNesia
DomaiNesia

TERPOPULER

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: