ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sidang Pembacaan Gugatan Sengketa Saham Antara Bapak dan Putri Bermarga Sirait di Gelar

JAKARTA, RB – Setelah Elisabet Oktavia Sirait berhasil dijebloskan kepenjara karena Laporan Bapaknya L.Sirait atas perkara pemalsuan surat, kini Elisabet Oktavia digugat secara perdata oleh Bapaknya (L. Sirait. Red) di Pengadilan Negeri Kota Bekasi. Gugatan tersebut terkait kepemilikan saham atas nama Elisabet Oktavia Sirait, yang ingin diambil alih oleh L. Sirait, menurut SIPP Pengadilan Negeri kota Bekasi, gugatan tersebut diregistrasi dalam nomor perkara : 133/Pdt.G/2022/PN.Bks.

Sewaktu dihubungi melalui selular (23/6/2022) Elisabet yang saat ini sedang berada di Kabupaten Serdang Bedagai kepada awak media membenarkan kalau Penggugat dalam perkara di Pengadilan Bekasi adalah Bapaknya dan Kuasa hukum penggugat adalah anak dari abang bapaknya.

“ia, yang menggugat itu setau ku adalah bapak ku, namanya Lisbon Sirait, Bapakku itu adalah Pejabat Eselon II dengan Posisi Direktur Sisitem Penganggaran di Kementerian Keuangan, mungkin itu sebabnya Dia kuat dan apapun yang Dia inginkan pasti dapat diperoleh, selain itu pengacara bapak ku itu juga adalah anak Bapak Tua ku (abang L. Sirait. red). Bukti kalau bapakku bisa meraih apapun yang diinginkan adalah aku dan suami ku bisa dipenjarakan, setelah dia dan pihak keluarga ku yang lainnya gagal membujuk aku untuk mengalihkan saham kepunyaanku ke Bapak ku. Aku di penjara atas tuduhan pemalsuan, yang dilaporkan Tua Abel Sirait warga Medan yang katanya Kuasa Lapor Bapakku, tapi pihak gereja GPDI Samuel di Rumbai yang membuat surat dan menyuruh menandatangani tidak satupun masuk penjara. Ya mungkin saja karena Pendeta yang menandatangani surat Akta Penenguhan Pernikahan kami bersedia membuat surat pembatalan pernikahan, masak pendeta bisa membatalkan pernikahan?” jelas Elisabet Oktavia Sirait.

Ditempat terpisah Syahban Siregar, S.H., M.H., kepada awak media mengatakan tidak ada masalah terkait Gugatan yang disampaikan oleh pihak penggugat karena siapapun yang merasa dirugikan tidak dilarang untuk mengajukan gugatan.

“saya tidak ikut campur masalah emosional kekeluargaan atara Klien saya dengan Penggugat, saya hanya bertindak memperjuangkan hak hukum klien saya” tegas Syahban Siregar.

Adapun pihak turut tergugat yaitu PT. Phillip Sekuritas Indonesia yang hadir dalam persidangan tersebut mengatakan tidak tau kalau Lisbon Sirait adalah Pejabat Kementerian Keuangan.

“tidak tau, saya hanya Konsultan” jawab pihak Phillip Sekuritas Indonesia yang hadir saat persidangan.

Terkait singkatnya proses mediasi karna hanya dilakukan 2 (dua) kali Humas Pengadilan Negeri Kota Bekasi Beslin Sihombing kepada awak media mengatakan hal tersebut berdasarkan keinginan pihak yang berperkara.

“itu tergantung keinginan pihak yang berperkara” jawab Beslin Sihombing, S.H., M.H.***ctr

DomaiNesia
DomaiNesia

TERPOPULER

Terbaru

ADVERTISEMENT

Media Network

%d blogger menyukai ini: