Sidang Perdana Kasus King Of The King Tersangka di Dampingi Mundi Law Firm

Jakarta-Ramba Berita, Sidang perdana atas Perkara King of The King akhirnya digelar di Pengadilan Negeri Tangerang. Tampak tim Advokat dari kantor hukum Mundi Law Firm mendampingi dua para tersangka dalam sidang pembacaan dakwaan.

Advokat Senior, Chatarina Mundi Budiswarsi dari Mundi Law Firm menyebutkan kalau persidangan yang berlangsung pada hari Kamis 18/06/2020 di Pengadilan Negeri Tangerang merupakan agenda pembacaan Dakwaan.

“Persidangan atas Klien kami di Pengadilan Negeri Tangerang tersebut masih pembacaan Dakwaan oleh Penuntut Umum”, terang Mundi.

Mundi juga menjelaskan dalam Dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum mendakwa tersangka Jn dan SMN dengan Undang Undang nomor 1 Tahun 1946 tentang  Peraturan Hukum Pidana.

“Dalam Dakwaannya Jaksa Penuntut Umum mendakwa Klien kami dengan pasal 14 dan pasal 15 Undang Undang nomor 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Junto Pasal 55 Ayat 1 KUHP”, tambah Mundi.

Perkara King Of The King ternyata tidak sebesar ekspektasi media diawal keberadaan perkara tersebut sebab dalam persidangan perdana, media nasional yang juga pernah mempublish kasus King Of The king  tidak meliput persidangan.

Senior Mundi Law Firm yang juga merupakan mantan Aktivis 98, Ferry Supriady atau yang lebih akrab dipanggil Bang Adi, menyatakan kekecewaan atas bergulirnya kasus King Of The King namun dirinya juga tetap menghargai proses hukum yang sudah berlangsung.

“Menurut pendapat pribadi saya, ingat ya.. pribadi bukan Kantor Hukum, kan wajar karna bagaimanapun darah aktivis saya kan masih ada. Apa yang terjadi ini adalah bentuk kegagalan negara dalam mengedukasi dan mempintarkan rakyatnya. Ini seperti proses cuci otak, memanfaatkan kebodohan rakyat. Ini juga seperti operasi Intelejen dan hal hal seperti ini biasa dibumingkan pada saat negara dalam keadaan tertentu. Saya berkata demikian bukan tanpa alasan, mengingat Donny Pedro yang merekrut tersangka adalah seorang Militer Aktif”, tegas Bang Adi.

Lebih lanjut Bang Adi menambahkan bahwa sebagai warga negara yang baik setiap warga negara wajib tunduk pada hukum.

“namun diatas semuanya kita harus hormati hukum yang berlaku karna negara kita negara hukum dan nanti semua juga akan selesai secara hukum”, tutup Adi.*** jms/saut