Survei FRRAK Legal Klaim Petakan Empat Reaksi Publik terhadap Isu yang Mereka Soroti

RH
3 Okt 2026 10:31
Daerah 0 15
2 menit membaca

Rambaberita.com, Bogor — Front Rakyat Revolusioner Anti Korupsi (FRRAK) mengklaim telah melakukan survei terhadap 100 tokoh dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari cendekiawan, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN), jaksa, polisi, hingga awak media.

Survei tersebut, menurut FRRAK, dilakukan untuk memotret respons sejumlah kalangan terhadap isu-isu yang selama ini disuarakan organisasi tersebut.

Ketua FRRAK, Dul Samson Sambarnyawa, mengatakan hasil survei menunjukkan adanya empat kelompok respons. Masing-masing digambarkan sebagai kelompok yang terkejut, mengapresiasi, mengkhawatirkan dampak isu terhadap pihak tertentu, dan kelompok yang melihat isu tersebut dari sisi kepentingan tertentu.

“Survei ini legal dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami tidak sedang bermain-main, kami sedang menegakkan akal sehat,” ujar Dul Samson, Sabtu (3/10/2026).

Menurut dia, kelompok pertama memberikan respons dengan menganggap pemberitaan atau isu yang disampaikan FRRAK terlalu keras dan langsung menyentuh persoalan yang sedang menjadi perhatian.

Kelompok kedua, lanjut Dul, justru mempertanyakan bagaimana FRRAK memperoleh informasi yang mereka nilai akurat. Sementara kelompok ketiga disebut memberikan informasi kepada pihak atau pimpinan masing-masing mengenai isu yang sedang disoroti FRRAK.

Adapun kelompok keempat, menurut keterangan FRRAK, memilih mengamati perkembangan isu dan melihat kemungkinan adanya kepentingan tertentu dari isu yang berkembang.

FRRAK menyebut pembagian tersebut masing-masing terdiri dari 25 responden. Namun, dalam keterangan yang disampaikan kepada media, FRRAK belum memaparkan secara rinci metodologi survei, periode pelaksanaan, cara pemilihan responden, instrumen pertanyaan, maupun margin of error.

Dul Samson menegaskan, FRRAK akan tetap menyuarakan kritik terhadap pihak-pihak yang menurut mereka perlu mendapatkan perhatian publik, termasuk kalangan elite dan birokrasi.

“Kami tidak takut menyampaikan kritik kepada siapa pun. Akal sehat harus menjadi bagian dari kontrol masyarakat,” tegasnya.

FRRAK juga menyatakan akan terus mengangkat berbagai isu yang dinilai berkaitan dengan kepentingan publik.

Dalam pemberitaan mengenai hasil survei tersebut, sejumlah istilah dan penilaian yang disampaikan FRRAK merupakan pernyataan dari pihak organisasi. Klaim mengenai tingkat akurasi informasi, reaksi responden, maupun kesimpulan survei masih memerlukan penjelasan metodologis dan verifikasi lebih lanjut agar dapat dinilai secara independen.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak independen mengenai metodologi dan hasil survei tersebut.***Jhon

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xDomaiNesia
xwww.domainesia.com