FOPI Bengkalis Raih 6 Medali di Kejurprov Riau 2025 di Kota Dumai

Redaksi
20 Des 2025 15:52
2 menit membaca

Rambaberita.com – Kejuaraan Provinsi Cabang Olahraga Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) di Lapangan Kodim 0320/Dumai berjalan sukses dan lancar. Meski di guyur hujan lebat pada saat berlangsungnya pertandingan.(20/12/2025).

Sebanyak lebih kurang 200 atlit Shooter dan pointer dari 10 kabupaten/ kota menurunkan atlit-atlit terbaik mereka di Kejurprov Riau di Kota Dumai, yang berlangsung beberapa hari yang lalu, 15 – 18 Desember 2025 di kota Dumai.

Ketua Pengkab Cabor FOPI Kabupaten Bengkalis Faisal Rabyn Lesnussa, yang juga Ketua PAC Grib Jaya Bengkalis menurunkan 10 atlit Petanque putra/putri asal Bengkalis.

Faisal mengatakan, kejurprov tahun ini kami menurunkan 6 atlit pelajar dan 4 untuk umum dan 1 nomor eksekutif yaitu meskipun dengan demikian semangat anak-anak selalu optimis menjadi sang juara.

Adapun medali yang di raih adalah :

-1 medali Emas di nomor shooting Double man (beregu putra) Pelajar asal sekolah SMA

-1 Medali perak di nomor Shooting Woman asal sekolah SMPN 1 Bengkalis dan ditambah 1 medali Perak di nomor Eksekutif.

-3 Medali perunggu di raih oleh nomor campuran kolaborasi atlit pelajar antara siswa SMPN1 bengkalis dengan SMA Negeri 2 bengkalis dan Sekolah MAN 1 Plus bersama dengan nomor Beregu campuran kolaborasi bersama atlit umum petanque kabupaten bengkalis.

“Total medali yang kita bawa pulang adalah, Emas 1, Perak 2 dan Perunggu 3. Ini sebuah kebanggan kami, karena atlit kami berlatih dengan gigih sebelum mengikuti Kejurprov Riau,” jelasnya.

Ia menyebutkan, walaupun dengan keterbatasan waktu/jam latihan pada sore hari, akan tetapi hasil dari keseriusan anak anak untuk meraih medali sangat memuaskan karena mereka juga baru di bina selama beberapa bulan belakangan ini.

Terkait pola latihan saat ditanyakan oleh awak media, sambil tersenyum Faisal tidak mau menjelaskan, secara detail karena masing-masing pelatih mempunyai pola latihan dan program yang berbeda beda, tergantung atlitnya saja karena program yang diterapkan harus secara bertahap, atau step by step.

“Apalagi di antara mereka ada beberapa atlit yang baru ikut latihan, harus kita bedakan dengan atlit yang sudah lama ikut latihan, maka programnya pun kita bedakan juga,” ujar Faisal.(red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xDomaiNesia
xwww.domainesia.com