Ketua DPRD Minta Aparat dan Pejabat Teras Tidak Terlibat Narkoba

Redaksi Ramba Berita
13 Mei 2026 18:14
2 menit membaca

Pekanbaru-Rambaberita  Peredaran narkoba di Kota Pekanbaru hingga kini semakin menghawatirkan, seakan tak pernah habis meski Kepolisian tiap hari menggelar razia dan menangkap pelakunya, namun barang haram tersebut selalu tersedia di pasaran.

Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menyampaikan, sebagian besar bahkan hampir seluruh narkotika yang masuk ke wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru,diduga berasal dari negara tetangga, barang tersebut masuk melalui jalur perairan di perbatasan. Bahkan Polda Riau dalam Operasi Antik Lancang Kuning 2026 selama 22 hari, terhitung 16 April – 7 Mei 2026, berhasil menyita narkotika jenis sabu 31,85 kg, pil ekstasi 2.319 butir, ganja 110,74 gram, happy five 62 butir dan 761 cartridge berisi cairan etomidate. Jumlah tersangka sebanyak 557 orang.

Merespon hal ini, Ketua Kota Pekanbaru M Isa Lahamid mengharapkan, agar kasus ini harus menjadi perhatian serius semua pihak, apalagi wilayah Riau, termasuk Kota Pekanbaru,memiliki wilayah yang menadi rawannya penyelundupan narkotika.

Ketua DPRD Pekanbaru.M. Isa Lahamid

“Pastinya kita harapkan semua pihak terkait, terutama kepolisian dan penegak hukum, memperkuat pengawasan di pintu masuk perbatasan. Kita yakin Kepolisian punya strategi khusus dalam pencegahannya” tegas Isa Lahamid).

Pencegahan melalui seminar dan sejenisnya kurang berdampak sehingga  dia menyarankan, agar pencegahan ini dimulai dari pejabat teras, dengan melakukan tes dan cek urine berkala siapapun pejabatnya itu, baik aparat maupun pejabat pengambil kebijakan lainnya, harus dipastikan benar-benar bersih, tidak terlibat. Dengan demikian, akan mudah melakukan pembersihan ke bawah.

“Saat ini narkoba tidak hanya menyasar pengguna, tapi juga pejabat pengambil keputusan. Mulai dari situ dulu kita bersihkan. Narkoba ini ada, karena banyak permintaan pasar,” tegas lagi.

Lebih lanjut Politisi senior PKS ini mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Harus adanya program pencegahan yang melibatkan sekolah, tokoh masyarakat, hingga lingkungan keluarga, yang benar-benar ril dan ada tindak lanjutnya.

“Kita harapkan ini menjadi PR bersama, agar narkoba itu benar-benar menjadi musuh bersama, tidak hanya statemen semata,” pinta Isa Lahamid. (Galeri Foto)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xDomaiNesia
xwww.domainesia.com