
Rambaberita.com,Bekasi – Aula PWI Bekasi Raya dipenuhi semangat kebersamaan saat ratusan pengurus dan anggota berkumpul dalam acara Tasyakuran PWI Bekasi Raya pada Jumat (5/9/2025) siang. Agenda ini menjadi penanda berakhirnya dualisme kepemimpinan sekaligus momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H.
Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan pemotongan tumpeng, ramah tamah, hingga ditutup dengan sesi bakar ikan di halaman sekretariat. Suasana hangat penuh keakraban itu melambangkan berakhirnya perbedaan dan kembalinya persatuan di tubuh organisasi wartawan terbesar di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Ketua PWI Bekasi Raya,Ade Muksin,S.H.,menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pernyataan sikap bersama.
“Dualisme sudah selesai. Mari kita songsong babak baru dengan semangat kebersamaan. PWI adalah rumah besar wartawan, dan marwah organisasi harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Sekretaris PWI Bekasi Raya, Michael L Lengkong menambahkan bahwa momentum ini juga menjadi ajang konsolidasi. “Kita ingin tunjukkan bahwa wartawan Bekasi tetap solid, profesional, dan berdiri tegak sebagai mitra kritis sekaligus konstruktif bagi masyarakat dan pemerintah,” katanya.
Dewan Penasehat PWI Bekasi Raya, Hendri Siregar ,menilai tasyakuran ini menjadi momentum penting pasca Kongres PWI pada 30 Agustus 2025 yang berhasil mengakhiri dualisme kepemimpinan. “Tidak ada lagi keresahan. Kini PWI kembali ke satu kepemimpinan, baik pusat maupun daerah. Ini saatnya kita satukan barisan,” tegasnya.
Suasana kebersamaan makin terasa dalam sesi bakar ikan bersama. Api yang membakar ikan menjadi simbol semangat baru—hangat, menyatu, dan tak mudah padam. “Di sini kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Tidak ada lagi sekat-sekat, yang ada hanya persaudaraan,” tutur Ade Muksin.
Dengan komitmen baru ini, PWI Bekasi Raya meneguhkan tekad menjaga profesionalisme, memperkuat solidaritas, dan menghadirkan karya jurnalistik yang independen, bermartabat, serta bermanfaat bagi bangsa dan daerah.(saut)
Tidak ada komentar