Konklaf Pemilihan Paus Tercepat Dalam Sejarah, Hanya Butuh Waktu 33 Jam

Redaksi
8 Mei 2025 19:23
2 menit membaca

Rambaberita.com, INTERNASIONAL – Konklaf untuk memilih Paus baru pengganti Paus Fransiskus sudah dimulai kemarin, Rabu (07/05/25). Tradisi yang sudah berlangsug sejak abad ke-13 ini pernah diwarnai sejumlah momen, termasuk konklaf tercepat pada 1978.

Hingga Rabu malam, konklaf belum sepakat dalam memilih Paus baru yang ditandai dengan keluarnya asap berwarna hitam.

Asap hitam membubung dari cerobong asap di atas kapel Sistina, Vatikan, Rabu, 7 Mei 2025, sekitar pukul 21:00 waktu setempat atau pukul 02:00 dini hari waktu Indonesia Barat. Asap ini menjadi penanda, belum ada Paus baru yang terpilih dalam pemungutan suara pertama ini.

Sementara itu, di Alun-Alun Santo Petrus, tampak ribuan umat katolik tengah menunggu asap putih mengepul sebagai tanda terpilihnya paus baru. Mereka tengah bersemangat menantikan paus baru yang diutus oleh roh kudus.

Awal mula sistem konklaf modern dapat ditelusuri ke abad ke-13. Pada tahun 1268 atau 757 tahun lalu, setelah wafatnya Paus Klemens IV, para kardinal mengalami kebuntuan selama hampir tiga tahun dalam memilih pengganti. Paus Klemens adalah paus yang terpilih dengan proses konklaf paling lama yakni 1.006 hari.

Sebaliknya, conclave tercepat tercatat pada tahun 1503, ketika Paus Julius II terpilih hanya dalam hitungan jam setelah masa tunggu 10 hari usai wafatnya Paus sebelumnya.

Namun, dalam sejarah modern. Paus Yohanes Paulus I adalah Paus dengan proses pemilihan tercepat.

Pada tahun 1978, dunia Katolik disuguhi sebuah momen yang sangat jarang terjadi dalam sejarah pemilihan Paus, ketika konklaf yang berlangsung hanya dalam waktu 33 jam berhasil memilih Paus Yohanes Paulus I, menjadikannya konklaf tercepat dalam sejarah Gereja Katolik di era modern.

Kejadian ini menandai sebuah peristiwa yang tak hanya mencatatkan nama Paus Yohanes Paulus I sebagai pemimpin Gereja, tetapi juga menggambarkan bagaimana kesatuan dan konsensus dapat tercapai dengan sangat cepat di tengah situasi yang mendesak.

Konklaf 1978 dimulai setelah meninggalnya Paus Paulus VI pada tanggal 6 Agustus 1978, meninggalkan sebuah kekosongan yang harus segera diisi. Ketika Paus Paulus VI wafat, Gereja Katolik menghadapi tantangan besar dalam memilih seorang pemimpin yang dapat mengatasi berbagai isu internal yang tengah berkembang, sekaligus memimpin umat Katolik di seluruh dunia.

Para kardinal yang berkumpul di Vatikan untuk memilih Paus baru tidak memerlukan waktu lama untuk mencapai kesepakatan.

Dengan segera, mereka menemukan figur yang dianggap tepat untuk menggantikan Paus Paulus VI. Albino Luciani, yang saat itu menjabat sebagai Uskup Agung Venice, terpilih menjadi Paus Yohanes Paulus I. Proses pemilihan ini berlangsung secara mengejutkan cepat, hanya dalam 33 jam, sebuah waktu yang sangat singkat dibandingkan dengan konklaf-konklaf sebelumnya yang sering memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.(cnbc/red)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xDomaiNesia
xwww.domainesia.com