
Pekanbaru-Rambaberita.com — 6 Desember 2025. Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lancang Kuning melalui Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum (DPM FH UNILAK) bersama organisasi kemahasiswaan selingkungan UNILAK menggelar aksi solidaritas kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara pada 5 Desember 2025.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian atas musibah bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir yang menyebabkan kerusakan luas serta dampak kemanusiaan yang besar. Berdasarkan laporan media pada 6 Desember 2025, tercatat:
883 warga meninggal dunia
520 orang dinyatakan hilang
Ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman
Sumber: Tempo Nasional & Detik News, 6 Desember 2025.
Sementara itu Reuters melaporkan bahwa upaya evakuasi dan distribusi bantuan masih terhambat oleh kerusakan fasilitas umum, minimnya akses transportasi, serta curah hujan ekstrem yang belum menurun.
Aksi solidaritas ini dilakukan melalui dua skema pengumpulan bantuan, yakni:
1. Penggalangan langsung di lapangan di sejumlah titik Kota Pekanbaru, serta
2. Donasi melalui rekening resmi organisasi.
Hingga berita ini diterbitkan, bantuan yang telah terkumpul berupa:
Aksi ini mendapat dukungan sivitas akademika, masyarakat umum, dan sejumlah komunitas.
Pernyataan Resmi dan Sikap Kemanusiaaan
Ketua Umum DPM FH UNILAK, Sandi Rahmadhana, saat di temui media di lapangan menyampaikan bahwa aksi ini bukan semata kegiatan rutin organisasi, namun merupakan tanggung jawab kemanusiaan.
“Saat saudara kita berada dalam musibah, kita tidak boleh hanya menjadi penonton. Ini bukan sekadar kegiatan formal kampus, tetapi wujud nyata kepedulian. Kami hadir karena mereka membutuhkan uluran tangan kita,” ujarnya.
Sandi menambahkan bahwa mahasiswa memiliki peran moral di tengah masyarakat, bukan hanya sebagai akademisi.
“Aksi ini membuktikan bahwa mahasiswa tidak hanya hadir di ruang kuliah, tetapi juga di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi,” tambahnya.
Sekretaris Umum DPM FH UNILAK, Leo Rickson, mengatakan aksi ini mencerminkan nilai empati dan solidaritas.
“Gerakan ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial. Semoga bantuan ini dapat memberi harapan dan meringankan beban masyarakat terdampak.”
Sementara itu Bendahara Umum, Alfia Azzahra Hayati, menegaskan komitmen transparansi pengelolaan. “Seluruh donasi akan disalurkan melalui lembaga resmi, dikelola secara profesional, transparan, dan dipertanggungjawabkan kepada publik,” ungkapnya.
Dalam rilisnya, DPM FH UNILAK mengajak masyarakat luas, organisasi sosial, lembaga kemanusiaan, hingga para donatur individu dan kelompok untuk turut serta dalam aksi solidaritas ini.
Aksi kemanusiaan ini diharapkan terus berlanjut hingga kondisi di wilayah terdampak mulai pulih.
Bencana ini tidak hanya menyisakan kerusakan fisik, tetapi juga luka psikologis bagi para penyintas. Kehadiran solidaritas mahasiswa menjadi wujud bahwa masyarakat terdampak bencana tidak berjuang sendiri.
Gerakan ini menjadi tanda bahwa di tengah musibah besar, persatuan, kepedulian, dan kemanusiaan tetap tumbuh dan mengalir dari Riau untuk Sumatra. (***)
Tidak ada komentar