Penuh Kejutan Laga Pertama, Indonesia Tetap Juara Grup D di Piala Sudirman 2025

Redaksi
1 Mei 2025 16:46
Olahraga 0 423
2 menit membaca

Rambaberita.com – SPORT – Piala Sudirman 2025 menjadi ajang yang penuh kejutan dan kontroversi bagi tim bulu tangkis Indonesia. Pada laga ketiga Grup D, Indonesia harus tertinggal 0-1 dari Denmark setelah pasangan ganda campuran, Rinov Rivaldy/Gloria Emanuelle Widjaja, kalah dari Jesper Toft/Amalie Magelund. Pertandingan ini berlangsung di Xiamen Olympic Sports Center Fenghuang Gymnasium, Xiamen, China, pada Kamis, 1 Mei 2025.

Pertandingan antara Rinov/Gloria dan pasangan Denmark berjalan sangat ketat. Namun, kontroversi muncul di akhir gim pertama, di mana keputusan wasit dinilai merugikan pasangan Indonesia. Meskipun sempat unggul, Rinov/Gloria harus menerima kekalahan dengan skor 20-22, 23-21, 16-21 setelah keputusan kontroversial yang membuat mereka kesulitan untuk mengubah arah pertandingan.

Pasangan Indonesia sempat menunjukkan kemampuan terbaik mereka pada gim kedua, namun di gim penentuan, kesalahan-kesalahan sendiri membuat mereka gagal untuk menahan dominasi lawan. Akhirnya, mereka kalah meskipun sempat memberi perlawanan sengit di gim kedua. Namun, Indonesia berhasil bangkit dengan kemenangan Alwi Farhan yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah sempat tertinggal 0-1, Indonesia kini fokus pada pertandingan berikutnya. Alwi Farhan membuktikan kemampuannya menggantikan Jonatan Christie yang tidak dalam kondisi fit. Kemenangan ini memberi harapan bagi Indonesia untuk membalikkan keadaan dan meraih hasil positif di sisa pertandingan Grup D.

Kontroversi pada Gim Pertama

Pada gim pertama, pasangan Indonesia sempat unggul 17-10 sebelum akhirnya disamakan oleh pasangan Denmark. Ketegangan meningkat ketika pada poin krusial, sebuah pukulan dari Toft terlihat keluar dalam tayangan ulang, namun wasit memutuskan bola masuk dan memberikan poin kepada Denmark. Keputusan ini membuat Rinov/Gloria kecewa dan tidak dapat melakukan challenge, yang mengarah pada kekalahan 20-22 di gim pertama.

Rinov mengungkapkan bahwa dampak dari keputusan tersebut sangat mempengaruhi kondisi mental mereka. “Kami sempat emosi, namun wasit sudah mengambil keputusan,” ujar Rinov. Kekalahan di gim pertama ini mempengaruhi permainan Indonesia di gim kedua, meskipun mereka akhirnya mampu bangkit dan merebut gim kedua dengan skor 23-21.

Namun, di gim ketiga, dominasi Denmark kembali membuat pasangan Indonesia kesulitan. Gloria mengakui bahwa kesulitan terbesar mereka datang dari servis lawan yang sering kali membuat mereka tertekan. “Kelebihan mereka bisa banyak mendapat poin dari servis,” kata Gloria, yang menunjukkan bagaimana servis Denmark menyulitkan ritme permainan mereka.(bola.net/red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xDomaiNesia
xwww.domainesia.com