Wali Kota Bekasi Tegaskan Penertiban Tak Akan Surut Meski Diwarnai Ancaman Sajam

RH
9 Feb 2026 12:35
Daerah 0 46
2 menit membaca

Rambaberita.com,Kota Bekasi — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa insiden ancaman senjata tajam yang terjadi saat kegiatan korve dan penertiban pedagang kaki lima (PKL) serta reklame tak berizin di wilayah Bekasi Utara tidak akan menghentikan langkah Pemerintah Kota Bekasi dalam menegakkan aturan.

Tri menyampaikan, sebelum penertiban dilakukan, pemerintah telah lebih dulu memberikan imbauan kepada para pelanggar. Ia juga menegaskan bahwa seluruh petugas di lapangan telah diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan persuasif.

“Kita sudah himbau, dan petugas melakukan dengan cara persuasif. Tapi negara tidak boleh terus-menerus kalah oleh pelanggaran yang dibiarkan,” ujar Tri, Sabtu (8/2/2026).

Ia menambahkan, kehadirannya langsung di lokasi penertiban merupakan bentuk tanggung jawab sebagai Wali Kota Bekasi untuk memastikan aturan benar-benar dijalankan. Terlebih, penataan kawasan, kebersihan lingkungan, tata ruang, serta penertiban reklame tak berizin merupakan bagian dari instruksi langsung Presiden.

“Tugas saya memastikan negara hadir untuk menegakkan aturan. Ini bagian dari perintah untuk menjaga kebersihan, tata ruang, dan ketertiban kota,” jelasnya.

Menanggapi insiden ancaman senjata tajam di lapangan, Tri menegaskan hal tersebut bukan menjadi fokus utamanya. Ia justru menyoroti bahaya dari pembiaran pelanggaran yang berlangsung terus-menerus tanpa penindakan.

“Saya tidak khawatir pada goloknya. Yang saya khawatirkan jika pelanggaran terus dibiarkan, lama-lama dianggap biasa. Dari situ muncul pembiaran, dan akhirnya orang merasa dirinya paling benar,” tegasnya.

Menurut Tri, ketegangan dan emosi yang muncul saat penertiban merupakan akumulasi dari pembiaran pelanggaran yang telah berlangsung bertahun-tahun akibat lemahnya penegakan aturan di masa lalu.

“Saya melihat ekspresi kemarahan ini dampak dari pembiaran yang terlalu lama. Hari ini pemerintah mulai menertibkan secara konsisten, meskipun risikonya tidak kecil,” pungkasnya. ***Saut

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xDomaiNesia
xwww.domainesia.com