
Rambaberita.com , Minas – Massa yang terdiri dari Forum Mahasiswa Minas, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dan buruh lokal yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Masyarakat Peduli (GPMP), bersama dengan Elemen masyarakat minas lainya melaksanakan Aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gate-4 ,PT. Pertamina Hulu Rokan (PHR), kawasan industri strategis Minas, (10/06/2025).
Massa tampak kompak menutup dan menjaga seluruh pintu masuk ke Kawasan PT PHR. Massa aksi menyuarakan tuntutan berkaitan dengan kesejahteraan pekerja dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Koordinator aksi, Elmon H. Pandiangan dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi dilakukan sebagai bentuk kekecewaan atas ketidakjelasan sikap manajemen PT. PHR terhadap berbagai persoalan ketenagakerjaan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Kami tidak butuh basa-basi. Yang kami ingin keputusan yang nyata. Jangan menyuruh utusan yang tidak punya wewenang datang berdialog dengan kami, karena itu sama saja dengan dialog tanpa solusi” tegas Elmon.
Tuntusan massa aksi meliputi :
1. Penerbitan dokumen resmi biaya MCU dan penanggungjawab atas tindak lanjut medis
2. Penghapusan sistem penilaian derajat kesehatan P1–P7, yang dinilai diskriminatif.
3. Jaminan bahwa hasil MCU tidak dapat dijadikan dasar pemutusan kontrak kerja .
4. Pemeriksaan MCU wajib dilakukan di RSU Tipe-D Minas.
5. Penerapan usia pensiun sesuai PP 45/2015 .
6. Rekrut ulang terhadap Pekerja terdampak MCU dan PHK karena usia, beserta mengembalikan hak-hak mereka.
7. Kepatuhan seluruh mitra kerja PHR terhadap UU Ketenaga Kerjaan.
8. Kuota khusus bagi warga Minas, sesuai Perda No. 11 Tahun 2001, serta penghapusan syarat pengalaman kerja 3 tahun bagi pencari kerja lokal.
Elmon, juga menyoroti kehadiran perwakilan PHR di lokasi aksi yang tidak membawa hasil konkret .
“Manajemen PT. PHR Minas, sangat mengecewakan. Ini bentuk ketidak seriusan dan terkesan melecehkan perjuangan kami. Buruh tidak meminta belas kasihan, kami menuntut hak kami yang dijamin undang-undang” ujar Elmon dengan lantang.
Senada dengan Elmon, Ketua Serikat Pekerja Metal Indonesia, Satria, yang datang dari Pelelawan untuk mendukung aksi damai yang di gelar oleh FMM, GPMP, Buruh Local dan Masyarakat Minas. Dalam keterangannya mengatakan kesejahteraan buruh murni karena perjuangan.
“Kawan-kawan kesejahteraan buruh bukan belas kasihan pemerintah atau perusahaan tetapi murni karena perjuangan. Kita berjuang untuk keamanan dalam bekerja dan menerima hak keselamatan saat bekerja, menerima upah yang sesuai yang dapat mensejahterakan pekerja, bahkan kita berupaya menyuarakan hal yang sangat krusial, agar hasil MCU tidak disalahgunakan, karena bisa saja orang yang sehat tetapi dinyatakan sakit” tegas Satria.
Pihak PHR yang ada dilokasi mengatakan bahwa semua tuntutan sudah dibicarakan di internal PHR dengan menggandeng berbagai pihak termasuk Dinas Tenaga Kerja, untuk mencari solusi yang tepat.**Ti.
Tidak ada komentar