
Rambaberita.com – Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi partai politik (parpol), sejumlah parpol menggelar forum tertinggi untuk mengukuhkan kepengurusan baru untuk periode lima tahun depan.
Dikutip dari Beritanasional.com, sekurangnya ada enam partai yang menggelar forum tertinggi seperti kongres, musyawarah majelis syura dan muktamar, di antaranya, Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sementara itu, sejumlah partai juga sudah menggelar forum tertinggi yang dipercepat pada tahun 2024, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (NasDem), Partai Amanat Nasional (PAN) hingga Partai Golkar.
Proses pengukuhan ketua umum/kepengurusan baru parpol di tahun 2025 terbilang cukup lancar, hanya PPP yang sempat diwarnai dinamika konflik dualisme hingga adanya kesepakatan islah (damai) yang dimediasi oleh Kementerian Hukum.
Berikut sejumlah partai yang mengukuhkan kepengurusan baru di tahun 2025:
1. Partai Gerindra
Partai Gerindra menggelar Kongres Luar biasa (KLB) pada 13 Februari 2025. Presiden Prabowo Subianto kembali dikukuhkan sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra periode 2025-2030.
Awalnya, Partai Gerindra menggelar Rapimnas sekaligus peringatan HUT partai ke-17 di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Namun, atas kesepakatan peserta dan telah memenuhi kuorum, agenda Rapimnas diubah menjadi Kongres Luar Biasa (KLB).
Beberapa bulan setelah Kongres, Partai Gerindra juga melakukan pergantian posisi Sekretaris Jenderal (sekjen) yang awalnya dijabat Ahmad Muzani selama 17 tahun menjadi Sugiono pada 1 Agustus 2025.
2. PDI Perjuangan
PDI Perjuangan menggelar Kongres VI secara tertutup di Bali pada 1 Agustus 2025. Megawati Soekarnoputri dikukuhkan sebagai Ketum partai berlambang banteng periode 2025-2030.
Awalnya, PDIP menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di Bali. Sebelumnya Kongres sempat ditunda beberapa kali. Namun, dengan proses yang tertutup dan cepat, Kongres digelar setelah Bimtek di Bali dan secara aklamasi Megawati memimpin PDIP kembali.
Kongres VI tersebut digelar secara bersamaan dengan pengumuman pemberian amnesti kepada Hasto Kristiyanto oleh Presiden Prabowo Subianto. Momen menariknya, pada saat penutupan, Hasto tiba di area Kongres PDIP dan disambut tangis oleh Megawati.
Pada saat pelantikan kepengurusan baru PDIP saat Kongres, posisi sekjen dikosongkan. Namun, berselang kurang lebih dua pekan, Megawati melantik Hasto sebagai Sekjen.
3. Partai Demokrat
Partai Demokrat menggelar Kongres VI di Jakarta pada 24 Februari 2025. Agus Harimurti Yudhoyono secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum periode 2025-2030.
Sekitar satu bulan setelah Kongres, AHY mengumumkan struktur baru Partai Demokrat yang menggabungkan wajah lama dan baru partai. Herman Khaeron ditunjuk AHY sebagai Sekjen dan Irwan (Fecho) sebagai Bendahara Umum (Bendum).
4. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Berbeda dengan partai lain, proses pergantian kepengurusan di PKS diputuskan melalui forum Musyawarah Majelis Syura pada 3-4 Juni 2025.
Secara musyawarah mufakat, Mohamad Sohibul Iman ditetapkan sebagai Ketua Majelis Syura dan Almuzzammil Yusuf sebagai Presiden PKS untuk periode 2025-2030. Adapun posisi sekretaris jenderal PKS dijabat oleh Muhammad Kholid yang diumumkan dalam pengumuman struktur lengkap DPP PKS pada 23 Juni 2025.
5. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
Putra bungsu Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep kembali memimpin PSI periode 2025-2030. Kaesang terpilih sebagai Ketum melalui voting daring (e-vote).
Kaesang diumumkan sebagai Ketum pada Kongres PSI 2025 di Solo, Jawa Tengah pada 19 Juli 2025. Ia mengantongi 65,28 persen suara mengalahkan calon lainnya, Ronald A. Sinaga dan Agus Mulyono Herlambang.
Pada penutupan Kongres, Kaesang mengumumkan rebranding partai. PSI mengubah lambangnya menjadi gajah berwarna putih dengan kepala merah dari sebelumnya berlambang mawar.
Pada 26 September, PSI melantik pengurus baru DPP PSI. Raja Juli Antoni diangkat sebagai Sekjen. Menariknya, PSI memboyong Ahmad Ali yang sebelumnya petinggi Partai NasDem, sebagai Ketua Harian. Selain Ali, ada juga Bestari Barus yang pindah dari NasDem ke PSI. Bestari diberikan jabatan ketua DPP PSI.
Pada pelantikan pengurus, PSI merahasiakan sosok ketua dewan pembina. Hanya disebutkan ketua pembinanya adalah ‘Bapak J’. Sejak struktur kepengurusan PSI didaftarkan ke Kementerian Hukum, sampai saat ini sosok Bapak J juga belum diumumkan secara resmi. Namun, sosok tersebut mengarah kepada Presiden ketujuh Jokowi.
6. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
Proses pergantian kepengurusan PPP diwarnai dengan konflik dualisme antara kubu Muhamad Mardiono dengan Agus Suparmanto yang didukung M Romahurmuziy.
PPP menggelar Muktamar X di Ancol, Jakarta pada 27 September 2025. Muktamar berjalan sangat panas sejak pembukaan sampai diwarnai bentrokan dan kericuhan.
Pada prosesnya, Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto saling mengklaim sebagai Ketum PPP 2025-2030 yang sah. Klaim Mardiono terpilih secara aklamasi ditolak kubu Agus Suparmanto. Kubu Agus pun mengklaim sebagai pengurus yang sah dengan menggelar pemilihan usai Muktamar digelar oleh kubu Mardiono.
Setelah Muktamar berakhir, dualisme PPP berjalan kurang dua pekan. Kubu Mardiono dan kubu Agus turut mengajukan pendaftaran kepengurusan partai di Kementerian Hukum. Namun, akhirnya dualisme tersebut berakhir di Kementerian Hukum. Mardiono dan Agus sepakat berdamai.
Hasil kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Kepengurusan PPP yang diteken Menteri Hukum Supratman Andi Agtas pada 6 Oktober 2025.
Mardiono sebagai ketua umum, dan Agus sebagai wakil ketua umum. Kemudian, Taj Yasin yang berada di kubu Agus ditetapkan sebagai sekretaris jenderal. Imam Fauzan dari kubu Mardiono ditetapkan sebagai Bendahara Umum.
Demikian ulasan informasi tentang parpol yang melangsungkan forum rapat tertinggi untuk mengukuhkan kepengurusannya di 2025.
Sumber: Berita nasional.com
Tidak ada komentar