Kades Cipeucang Bantah Usir Wartawan,” Hargai Etika, Jangan main Nyelonong,”

RH
20 Apr 2026 19:23
Daerah 0 16
2 menit membaca

Rambaberita.com, Cileungsi – Kepala Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Gopur Atmaja, memberikan klarifikasi tegas terkait kabar yang beredar mengenai dugaan pengusiran oknum wartawan di kantornya. Saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Gopur menyatakan bahwa narasi pengusiran tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

​Gopur menjelaskan, peristiwa yang terjadi sebenarnya berkaitan dengan etika bertamu dan saling menghormati antarprofesi. Ia menyayangkan sikap oknum wartawan yang dinilai kurang mengedepankan tata krama saat berkunjung ke ruang kerjanya.

​Kronologi Kejadian.
​Menurut Kades Cipeucang, saat peristiwa itu terjadi, dirinya sedang mengadakan rapat internal yang cukup penting di ruangannya bersama jajaran Kasipem dan rombongan dari pihak Kecamatan Cileungsi.

​”Saat itu kondisi di ruangan sedang ramai, ada Pak Kasipem dan rombongan dari kecamatan. Tiba-tiba ada oknum wartawan yang langsung masuk ‘nyelonong’ tanpa basa-basi atau izin terlebih dahulu, lalu tiba-tiba tangak-tengok di dalam,” ungkap Gopur Atmaja kepada awak media, Senin (20/04).

​Gopur menegaskan bahwa sebagai pejabat publik, dirinya sangat terbuka terhadap kehadiran insan pers. Namun, ia berharap ada mekanisme saling menghargai waktu dan privasi saat sebuah instansi sedang menjalankan agenda kedinasan.

​Pesan Kades: Saling Menghormati Profesi.
​Dalam pernyataannya, Gopur Atmaja menyusun pesan yang menyejukkan namun tegas terkait pentingnya etika profesi di lapangan.

​”Maksud saya, rekan-rekan wartawan juga harus mengerti situasi. Kan bisa tunggu dulu sebentar di ruang tunggu atau di aula. Begitu urusan saya selesai, saya pasti akan menemui teman-teman ke depan. Saya tidak pernah menutup diri,” ujar Gopur.

​”Jadi, tolonglah kita sama-sama menjaga etika dan saling menghormati. Selama ini saya sangat welcome dan bermitra baik dengan teman-teman wartawan. Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang kembali, agar sinergi antara pemerintah desa dan media tetap berjalan harmonis,” tambahnya.

​Klarifikasi ini diharapkan dapat mendinginkan suasana dan menjadi pelajaran bagi semua pihak mengenai pentingnya koordinasi dan etika dalam peliputan di instansi pemerintahan. Pihak Desa Cipeucang menyatakan tetap berkomitmen menjaga transparansi informasi kepada publik melalui kemitraan yang sehat dengan media massa.***jon

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

xDomaiNesia
xwww.domainesia.com