Rambaberita.com – Pekanbaru — Seruan pencopotan Sarwono, Kepala Unit Pelaksana Terpadu (KUPT) Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) pada dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru menggema di tengah semberautnya layanan transportasi publik. Puluhan halte Trans Metro Pekanbaru tampak rusak, terbengkalai, dan tak layak digunakan. Di sisi lain, puluhan unit bus Trans Metro yang seharusnya beroperasi demi kenyamanan warga, justru mangkrak diam tak bergerak, menyisakan tanya besar kemana arah pengelolaan transportasi kota bertuah ini?
Warga menyampaikan kekecewaan dan kemarahan mereka secara terbuka. Mereka menilai Sarwono gagal total menjalankan tugasnya, dan tidak layak lagi menjabat sebagai pengelola angkutan massal kota. Sarana yang seharusnya menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat kini hanya menyisakan puing-puing fasilitas yang hancur dan bus yang membusuk.
“Jelas-jelas ini pembiaran. Kalau tidak mampu bekerja, lebih baik mundur atau dicopot. Jangan habiskan anggaran tapi hasilnya nol besar,” ujar Doni, warga Tenayan Raya yang setiap hari mengandalkan transportasi umum, Kamis (7/8/2025).
Yang lebih menyakitkan, setiap tahun Pemerintah Kota Pekanbaru menganggarkan dana besar untuk perbaikan dan operasional angkutan umum. Tapi realitanya, tidak ada perubahan signifikan. Halte dibiarkan rusak, dan bus tidak dirawat. Anggaran terus keluar, layanan tetap hancur.
Saat diminta tanggapan, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru berjanji akan segera melakukan evaluasi internal terhadap kinerja jajarannya.
“Kami segera lakukan evaluasi. Fasilitas umum tidak boleh diabaikan. Kami dengar keluhan masyarakat dan akan bertindak,” ucapnya.
Namun, respons mengejutkan justru datang dari Sarwono. Ketika ditanya mengenai rusaknya halte dan bus yang mangkrak, ia dengan enteng menjawab.
“Itu hal sepele. Tidak perlu dibahas,” katanya singkat.
Pernyataan ini justru menjadi puncak kemarahan warga. Banyak yang menilai sikap arogan dan tidak peduli ini menunjukkan bahwa Sarwono memang sudah tidak pantas lagi memegang tanggung jawab publik.
Kini masyarakat Pekanbaru menuntut Walikota Pekanbaru Agung Nugroho melakukan tindakan nyata. Copot pejabat yang tak peduli. Benahi sistem yang amburadul. Hentikan pemborosan anggaran tanpa hasil.Transportasi publik adalah hak warga, bukan ruang latihan untuk pejabat yang tak serius bekerja.**edo.
Tidak ada komentar